Wabup Rocky Buka Seleksi JPT Pratama, 28 Pejabat Adu Kompetensi untuk Perkuat Birokrasi Alor
Selasa , 8 September 2026
Kalabahi, prokompim.alorkab.go.id 2026 — Pemerintah Kabupaten Alor kembali memperkuat komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor Tahun 2026.
Seleksi terbuka tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Alor, Selasa (8/9/2026).
Sebanyak 28 pejabat administrator yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi mengikuti rangkaian seleksi untuk memperebutkan posisi pada enam jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor.
Pembukaan seleksi turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Alor selaku Ketua Panitia Seleksi, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, Panitia Seleksi, Tim Asesor dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta seluruh peserta seleksi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rocky Winaryo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berhasil melewati tahapan seleksi administrasi dan berkesempatan mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Ia mengatakan, seleksi terbuka JPT Pratama bukan sekadar proses pengisian jabatan yang kosong, tetapi merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Alor mendapatkan figur-figur terbaik yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan organisasi perangkat daerah secara efektif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor, saya mengucapkan selamat kepada 28 orang peserta yang telah lulus seleksi administrasi. Selanjutnya, Bapak dan Ibu akan mengikuti tes kompetensi manajerial, serta presentasi makalah dan wawancara sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan,” ujar Rocky.
Menurutnya, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan, potensi, pengalaman, serta gagasan terbaik yang dimiliki.
Karena itu, ia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian seleksi dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi integritas.
“Seleksi ini menjadi kesempatan bagi Bapak dan Ibu untuk menunjukkan kemampuan terbaik, gagasan inovasi, serta strategi kepemimpinan yang matang untuk memajukan organisasi perangkat daerah yang nantinya akan dipimpin,” tegasnya.
Wakil Bupati menjelaskan, seleksi terbuka ini dilaksanakan untuk mengisi enam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor.
Proses seleksi dilakukan untuk mengukur potensi dan kompetensi masing-masing kandidat, sehingga nantinya dapat diperoleh pejabat yang memiliki kapasitas dan kemampuan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Rocky menegaskan, jabatan pimpinan tinggi pratama memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Pejabat yang menduduki jabatan tersebut tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus menjadi motor penggerak pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik.
“Pejabat pimpinan tinggi pratama memegang peran kunci sebagai motor penggerak roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah ke dalam program kerja yang nyata, terukur dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengingatkan bahwa tantangan birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan ke depan akan semakin kompleks.
Perubahan lingkungan strategis, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik, perkembangan teknologi, serta kebutuhan akan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif menuntut hadirnya pemimpin birokrasi yang mampu beradaptasi dengan cepat.
“Daerah ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu secara konseptual, tetapi juga cepat beradaptasi, berorientasi pada hasil dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Menurut Rocky, pemimpin birokrasi harus mampu membangun kerja sama, mengambil keputusan secara tepat, mengelola sumber daya organisasi, serta memastikan setiap program dan kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Sekretariat Panitia Seleksi, Imanuel M. Maiateng, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Alor mewujudkan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara.
Seleksi dilaksanakan dengan memperhatikan kompetensi, kualifikasi, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta rekam jejak peserta sesuai kebutuhan organisasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Seleksi ini dimaksudkan untuk memperoleh calon pejabat pimpinan tinggi pratama yang memiliki kompetensi, kualifikasi, integritas, kapasitas kepemimpinan dan rekam jejak yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelas Imanuel.
Ia menambahkan, peserta seleksi berjumlah 28 orang yang seluruhnya berasal dari pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor.
Para peserta telah melakukan pendaftaran secara daring melalui aplikasi ASN Karier dan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan Panitia Seleksi.
Imanuel menjelaskan bahwa rangkaian seleksi dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan dan penelusuran rekam jejak, penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural, penulisan serta presentasi makalah, wawancara akhir, hingga penetapan dan penyampaian hasil seleksi kepada Bupati Alor.
Untuk penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural, Pemerintah Kabupaten Alor bekerja sama dengan Tim Asesmen Center Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Rangkaian seleksi dijadwalkan berlangsung pada 8 sampai dengan 15 September 2026 dan dipusatkan di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Alor.
Mewakili Tim Asesmen, Maria Peni Lelang Wayan, S.Kom., menyampaikan bahwa Tim Asesmen Center BKD Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan penilaian secara profesional dengan menggunakan metode asesmen yang dirancang untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kompetensi dan potensi peserta.
Ia menjelaskan, metode asesmen yang digunakan melibatkan multi-asesor, multi-asesi dan multi-simulasi.
“Dalam asesmen ini, tugas asesor adalah memotret kompetensi dan potensi peserta sebagai asesi. Hasil potret tersebut diharapkan memberikan gambaran yang objektif mengenai kompetensi masing-masing peserta,” jelas Maria.
Ia memastikan proses penilaian dilaksanakan secara profesional dan objektif dengan menggunakan metode serta instrumen asesmen yang telah ditetapkan.
Tim penilai kompetensi yang ditugaskan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari:
- Maria Agnes Ina Odjan, S.S. — Pejabat Pengawas;
- Wilhem M. Unun Fernandez Akoli, S.Fil., M.M. — Ketua Tim/Administrator;
- Theresia Maryati Pranatalia Pau, S.Psi., M.Psi.Psi. — Psikolog/Asesor SDMA;
- Lusius Aman, S.Fil., M.Hum. — Asesor SDMA;
- Mieke Anita Tallo, S.Pd. — Asesor SDMA;
- Gergorius Babo, S.Kom. — Asesor SDMA;
- Johanes Baptista Avodius Kapa, S.Fil., MMHR. — Asesor SDMA; dan
- Maria Peni Lelang Wayan, S.Kom. — Petugas IT dan Minlap.
Pelaksanaan seleksi terbuka ini menjadi salah satu momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Alor untuk memastikan posisi strategis dalam birokrasi ditempati oleh figur yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan kompetensi sesuai dengan tuntutan organisasi.
Proses seleksi yang dilakukan secara terbuka dan kompetitif diharapkan mampu menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki visi, integritas, kemampuan manajerial, kemampuan sosial kultural, serta orientasi kuat terhadap pelayanan masyarakat.
Wakil Bupati Rocky Winaryo juga menyampaikan terima kasih kepada Panitia Seleksi dan Tim Asesor yang telah mengambil bagian dalam proses tersebut.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan tugas secara profesional dan independen sehingga seluruh rangkaian seleksi dapat berjalan secara objektif, transparan dan akuntabel.
“Semoga proses ini menghasilkan pimpinan birokrasi yang handal dan berintegritas serta mampu memberikan kontribusi terbaik dalam membangun Kabupaten Alor yang kita cintai,” pungkasnya. (***)
Oleh : Tim Prokompim Setda Alor
Penulis/Editor : Marthen J. Manilau, SH
Foto : Dokumentasi Prokompim Setda Alor

